Minecraft - Gold Sword
Flag Counter

Senin, 08 Desember 2014

Membuat Link Video ke Power Point

Membuat Link Video ke Power Point

Berikut ini saya jelaskan langkah-langkah untuk memsukkan file Video, melalui windows media player ke dalam microsoft power point.
1. Pastikan file Video satu folder dengan File Power point.
2. Ekstensi file video yang suport power point: .wmv, mp4, dat, flv.
3. Aktifkan developer in the ribbon


4   Maka menu developer akan muncul di menu power Point

5.  Klik Menu Developer -> more Control –>Windows media player –> OK


  1. Klik pada lokasi, membentuk frame sesuai keinginan

7. Klik Kotak hitam windows media player–>Klik Property

8. Tuliskan nama file dan ektensi file pada URL property nama File Video yg akan dimasukkan dalam file power point

9. Silahkan anda coba slide show (F5) power point anda !!

Selamat Mencoba !!!!
Sumber : http://rokhmad.blogspot.com/2012/08/memasukkan-windows-media-player-video.html

Senin, 17 November 2014

MACHINE CYCLE ( SIKLUS MESIN )

Fetch

Arti kata fetch dalam bahasa Indonesia adalah menjemput. Sebagai salah satu operasi yang terjadi pada CPU, fetch merupakan peristiwa pengambilan perintah dan data yang diperlukan.

Fetch merupakan proses mengambil atau membawa instruksi dari memori utama ke CPU. Istilah fetch ini disebut juga dengan instruction fetch, fetch phase, fetch cycle, atau instruction cycle. Operasi fetch ini selalu yang pertama dilakukan oleh CPU terutama untuk mendapatkan informasi atau data tentang instruksi yang dikerjakannya.

Pertama kali yang dilakukan mengambil instruksi dan data dari luar chip, biasanya dari DRAM. Misalnya perintah matematika sederhana untuk penambahan bilangan. Dalam beberapa kasus, data yang digunakan oleh suatu instruksi sudah termasuk di dalamnya, sedangkan dalam beberapa kasus lain, suatu instruksi langsung menunjukkan alamat dimana data yang akan diproses berada. Lokasi dimana alamat data yang akan diproses berada tersebut dengan address. Jadi dalam perintah penambahan, yaitu “add” bisa langsung berupa nilai dari dua bilangan yang akan ditambahkan atau alamat dimana nilai x dan nilai y berada, yang disebut dengan address x dan address y.

Sebuah instruksi sebenarnya terdiri dari dua bagian, dimana bagian pertama merupakan aksi yang akan dijalankan yang disebut dengan opcode, dan bagian kedua adalah data yang akan dikerjakan yang disebut dengan operand. Dalam contoh instruksi matematika untuk penambahan bilangan tadi, penambahan sendiri instruksinya adalah add, inilah yang disebut dengan opcode. Sedangkan address yang menunjukkan alamat dari nilai x dan nilai y, yang disebut dengan address x dan address y disebut dengan operand.

Fetch adalah rangkaian aksi yang terjadi pada sebuah CPU dalam menjalankan setiap perintah dalam bahasa mesin pada sebuah program.

Yang terjadi pada fetch ini adalah peristiwa pengambilan instruksi melalui bus yang ditunjukkan oleh bus address. Ketika bus address menunjukkan alamatnya, maka instruksi diambil berdasarkan alamat tersebut, sedangkan instruksinya dikirimkan melalui bus data.Pada CPU, merupakan salah satu langkah dalam menjalankan instruksi yang akan dijalankan oleh komputer pada CPU. Ketika CPU telah mendapatkan instruksinya melalui fetch, maka pelaksanaan berikutnya adalah pada bagian decode ini yang berfungsi untuk menganalisa instruksi yang akan dijalankan, terutama untuk menentukan bagian chip mana pada CPU yang akan digunakan untuk memproses instruksi tersebut.

Beberapa chip akan melihat melihat bagaimana suatu instruksi dapat dilakukan seefisien mungkin. Begitu juga ketika sebuah instruksi yang didapatkan tidak langsung memberikan data aktualnya, melainkan alamat dimana data tersebut berada, maka chip tersebut akan melakukan proses pengambilan dimana data tersebut berada.Execute

Execute, Eksekusi. Instruksi menjalankan program yang telah dikompilasi oleh komputer.

Eksekusi Program yang berarti sistem operasi memiliki kemampuan untuk menjalankan program dengan mengambil instruksi beserta data yang diperlukan oleh program tersebut, lalu menempatkannya pada memori, dan melaksanakan perintah yang ada pada program



Store

Merupakan salah satu tahapan untuk melaksanakan suatu perintah pada CPU. Perintah yang diberikan ke komputer tidak hanya bagaimana perintah itu dilaksanakan oleh komputer, melainkan juga kemana hasil perintah tersebut ditempatkan.

Jika sebuah instruksi bersifat iterative, sebagai contoh penambahan dua bilangan, kemudian tambahkan lagi bilangan lainnya ke jumlah yang sebelumnya. Di sini, instruksi akan memberitahu CPU untuk menempatkan hasil penamabahan yang pertama dalam sebuah tempat khusus sementara yang terdapat pada chip yang disebut dengan register, sampai data tersebut dibutuhkan kembali. Karena register ini berlokasi pada satu chip dengan rangkaian ALU, maka proses pengambilan data kembali akan berlangsung sangat cepat. Sedangkan sebagai alternatif, jika data tersebut tidak digunakan segera maka data akan disimpan di memori (pemanggilan data cepat) atau pada disk (pemanggilan data sangat lambat).



Communication device

Communications Device: Hardware yang tersambung dengan chanel komunikasi ke RSView32 station.

Communications Channel: Link yang mengirim data antara RSView32 station dan satu atau lebih prosessor pada sebuah jaringan.

Node: Physical device, seperti processor, bridge module, atau komputer, pada sebuah jaringan komunikasi.

Communications Driver: Software interface untuk hardware device yang mengenable RSView32 station, atau komputer yang menjalankan RSView32 project, untuk berkomunikasi dengan SLC 500 processor.

RSView32 software menggunakan RSLinx communications driver untuk berkomunikasi dengan devices yang lain pada jaringan melalui koneksi berikut:

Direct: Digunakan untuk menghubungkan RSView32 station ke SLC 500 processor pada network yang sama.
OLE for Process Control (OPC): Digunakan untuk menghubungkan RSView32 station ke communications devices melalui vendor-specific OPC servers.
Dynamic Data Exchange (DDE): Digunakan untuk menghubungkan RSView32 station ke communications devices via external DDE servers atau third-party servers yang lain.

FAKTOR PENENTU KEMAMPUAN PROSESOR

* Sytem Clock

jam sistem
n 1: a waktu dari jam-jam di sebuah sistem komputer
2: sebuah perangkat elektronik di komputer yang isu-isu yang stabil
tinggi frekuensi sinyal yang synchronizes semua internal
komponen

* Bus Width

bus adalah saluran di mana arus informasi. Semakin lebar bus, semakin banyak informasi yang dapat mengalir melalui saluran, seperti halnya jalan raya yang lebih luas dapat membawa mobil lebih dari satu sempit. Bus ISA asli pada PC IBM adalah 8 bit luas; ISA bus universal digunakan sekarang adalah 16 bit. Lain I / O bus (termasuk VLB dan PCI) adalah 32 bit. Bus memori dan prosesor pada Pentium dan PC yang lebih tinggi 64 bit.

Lebar bus alamat dapat ditentukan secara independen dari lebar data bus. Lebar bus alamat menentukan berapa banyak lokasi memori yang berbeda yang bus dapat mentransfer informasi ke atau dari.

- I/O bus

Pembacaan port I/O.

- Data Bus

Bus data. Jalur yang berfungsi untuk menyalurkan data dari suatu bagian ke bagian lainnya. Berisi 8, 16, 32 jalur sinyal paralel atau lebih. Jalur-jalur data adalah dua arah (bidirectional). CPU dapat membaca dan mengirim data dari/ke memori atau port.

Banyak perangkat pada sistem yang dicantolkan ke bus data tapi hanya satu perangkat pada satu saat yang dapat memakainya. Untuk mengatur ini, perangkat harus mempunyai tiga state (tristate) agar dapat dipasang pada bus data.

* Word Size

Ukuran ukuran yang diinginkan Kata komputer untuk memindahkan unit informasi seputar; teknis itu lebar dari register prosesor , yang merupakan daerah memegang prosesor, gunakan untuk melakukan aritmatika dan perhitungan logis. Ketika orang menulis tentang komputer memiliki ukuran bit (menyebut mereka, berkata, "32-bit" atau "64-bit" komputer), ini adalah apa yang mereka maksud.
 

Kamis, 06 November 2014

   CARA PENGHITUNGAN SUBNETING/27
          
            ASSALAMUALAIKUM .WR.WB
            JANGAN BERLAMA – LAMA LANGSUNG SAJA KITA BAHAS
A.     Subnet Mask
1111111.1111111.1111111.11100000
    255    .    255    .  255     .   224
128
64
32
16
8
4
2
1
1
1
1
0
0
0
0
0
128+64+32 = 224
           
B.     Jumlah subnet mask
      dengan rumus 2x jadi jawabannya adalah 23 = 8
23 diperoleh dari subnet mask angka satu yang paling akhir .
           
C.      jumblah host
Dengan rumus 2x-2 yg di maksud di kurangi dua adalah satu untuk network /  jaringan dan satunya lagi untuk ip broadcast .
Penyelesaiyan hitung yg ada di subnet mask yg ada di (A) hitung yg (0) trus jumblahkan (0) dan jadikan pangkat .
Jadi jawabannya adalah 25 = 32 – 2 = 30
d.      Blok subnet
Cara penghitungannya adalah jumlah subnet mask 256 dikurangi 224 , 224 hasil dari subnet mask hasil dari seles 27 =.
Jawaban 256 – 224 = 32
Cara penghitungan adalah
A.     32 + 32 = 64
B.     64 + 32 = 96
C.      96 +32 = 128
D.      128 + 32 = 120
E.      120 + 32 = 192
F.      192 + 32= 224
Lalu tuliskan mulai dari 0 sampai 224 jangan melebihi dari 255
Jadi Blok subnet nya = 0 . 32 .64 .96 .128 . 160 . 192 . 224
        E .ALAMAT HOST DAN BROADCAST
SUBNET
HOST
KECIL  -  BESAR
IP
BROADCAST
192.168.0
1         -  30
192.168.1.31
192.168.1.32
33       -  62
192.168.1.63
192.168.1.64
65       -  94
192.168.1.95
192.168.1.96
97       -   126
192.168.1.127
192.168.1.128
129     -   158
192.168.1.159
192.168.1.160
161     -    190
192.168.1.191
192.168.1.192
193     -   222
192.168.1.223
192.168.1.224
225     -   254
192.168.1.255
 Cara penghitungannya
            Hitunganya di mulai dari ip broadcast yg paling bawah dan di kurangi 1untuk host besar.
            Kemudian hitung  subnet yg paling bawah dan di tambah 1 untuk host kecil
            Contoh : 255 dikurangi host besar 1 menjadi 254  ( 255 – 1 = 254)
            Dan 224 yg ada di subnett yg paling bawah di tambah 1 menjadi 225 ( 224 + 1 = 225)
            Trus hitung sampai paling atas.
           
 SEKIAN DARI KAMI MOHON MAAF BILA TULISAN NYA KURANG JELAS DAN       SEMOGA BERMANFAAT BAGI DULUR’’ YANG MAMPIR DI BLOG SAYA.
          
        WASALAMUALAIKUM.WR.WB
                                                                                                            DI SUSUN OLEH :
                                                                                                           
                                                                                                            Heri siswanto
                                                                                                                        Dan
                                                                                                            Ari sunandar

Sabtu, 01 November 2014

Materi Subnetting dan Perhitungannya


Subnetting adalah sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien. Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur. Dengan subnetting, anda bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis sesuai kebutuhan.
Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP adddress yang mewakili netword ID dan bagian mana yang mewakili host ID.
Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia; 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B, dan 24 bit untuk kelas C. Subnetting mengizinkan anda memilih angka bit acak (arbitrary number) untuk digunakan sebagai network ID.
Dua alasan utama melakukan subnetting:

1. Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien. Jika internet terbatas oleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000, atau 16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.
2. Alasan kedua adalah, walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semua device tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada di physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil – bahkan lebih kecil – dari Class C address.
Subnets
Subnet adalah network yang berada di dalam sebuah network lain (Class A, B, dan C). Subnets dibuat menggunakan satu atau lebih bit-bit di dalam host Class A, B, atau C untuk memperlebar network ID. Jika standar network ID adalah 8, 16, dan 24 bit, maka subnet bisa memiliki panjang network ID yang berbeda-beda.
Gambar di Picture 1 menunjukkan sebuah network sebelum dan sesudah subnetting diaplikasikan. Di dalam jaringan yang tidak subnetkan, network ditugaskan ke dalam Address di Class B 144.28.0.0. Semua device di dalam network ini harus berbagi domain broadcast yang sama.
Di network yang ke dua, empat bit pertama host ID digunakan untuk memisahkan network ke dalam dua bagian kecil network – diidentifikasikan dengan subnet 16 dan 32. Bagi dunia luar (di sisi luar router), kedua network ini tetap akan tampak seperti sebuah network dengan IP 144.28.0.0. Sebagai contoh, dunia luar menganggap device di 144.28.16.22 dimiliki oleh jaringan 144.28.0.0. Sehingga, paket yang dikirim ke device ini dikirim ke router di 144.28.0.0. Router kemudian melihat bagian subnet dari host ID untuk memutuskan apakah paket diteruskan ke subnet 16 atau 32.
Subnet Mask
Agar subnet dapat bekerja, router harus diberi tahu bagian mana dari host ID yang digunakan untuk network ID subnet. Cara ini diperoleh dengan menggunakan angka 32 bit lain, yang dikenal dengan subnet mask. Bit IP address yang mewakili network ID tampil dengan angka 1 di dalam mask, dan bit IP address yang menjadi host ID tampil dengan angka 0 di dalam mask. Jadi biasanya, sebuah subnet mask memiliki deretan angka-angka 1 di sebelah kiri, kemudian diikuti dengan deretan angka 0.
Sebagai contoh, subnet mask untuk subnet di Picture 1 – dimana network ID yang berisi 16 bit network ID ditambah tambahan 4-bit subnet ID – terlihat seperti ini:
11111111 11111111 11110000 00000000
Atau dengan kata lain, 20 bit pertama adalah 1, dan sisanya 12 bit adalah 0. Jadi, network ID memiliki panjang 20 bit, dan bagian host ID yang telah disubnetkan memiliki panjang 12 bit.
Untuk menentukan network ID dari sebuah IP address, router harus memiliki kedua IP address dan subnet masknya. Router kemudian menjalankan operasi logika AND di IP address dan mengekstrak (menghasilkan) network ID. Untuk menjalankan operasi logika AND, tiap bit di dalam IP address dibandingkan dengan bit subnet mask. Jika kedua bit 1, maka hasilnya adalah, Jika salah satu bit 0, maka hasilnya adalah 0.
Sebagai contoh, berikut ini adalah contoh network address yang di hasilkan dari IP address menggunakan 20-bit subnet mask dari contoh sebelumnya.
144. 28. 16. 17.
IP address (biner) 10010000 00011100 00100000 00001001
Subnet mask 11111111 11111111 11110000 00000000
Network ID 10010000 00011100 00100000 00000000
144. 28. 16. 0
Jadi network ID untuk subnet ini adalah 144.28.16.0
Subnet mask, seperti juga IP address ditulis menggunakan notasi desimal bertitik (dotted decimal notation). Jadi 20-bit subnet mask seperti contoh diatas bisa dituliskan seperti ini: 255.255.240.0
Subnet mask:
11111111 11111111 11110000 00000000
255. 255. 240. 0.
Jangan bingung membedakan antara subnet mask dengan IP address. Sebuah subnet mask tidak mewakili sebuah device atau network di internet. Cuma menandakan bagian mana dari IP address yang digunakan untuk menentukan network ID. Anda dapat langsung dengan mudah mengenali subnet mask, karena octet pertama pasti 255, 255 bukanlah octet yang valid untuk IP address class.
Aturan-aturan Dalam Membuat Subnet mask
1. Angka minimal untuk network ID adalah 8 bit. Sehingga, octet pertama dari subnet pasti 255.
2. Angka maximal untuk network ID adalah 30 bit. Anda harus menyisakan sedikitnya 2 bit untuk host ID, untuk mengizinkan paling tidak 2 host. Jika anda menggunakan seluruh 32 bit untuk network ID, maka tidak akan tersisa untuk host ID. Ya, pastilah nggak akan bisa. Menyisakan 1 bit juga tidak akan bisa. Hal itu disebabkan sebuah host ID yang semuanya berisi angka 1 digunakan untuk broadcast address dan semua 0 digunakan untuk mengacu kepada network itu sendiri. Jadi, jika anda menggunakan 31 bit untuk network ID dan menyisakan hanya 1 bit untuk host ID, (host ID 1 digunakan untuk broadcast address dan host ID 0 adalah network itu sendiri) maka tidak akan ada ruang untuk host sebenarnya. Makanya maximum network ID adalah 30 bit.
3. Karena network ID selalu disusun oleh deretan angka-angka 1, hanya 9 nilai saja yang mungkin digunakan di tiap octet subnet mask (termasuk 0). Tabel berikut ini adalah kemungkinan nilai-nilai yang berasal dari 9 bit.
Binary Octet Decimal
00000000 0
10000000 128
11000000 192
11100000 224
11110000 240
11111000 248
11111100 252
11111110 254
11111111 255
Private dan Public Address
Host apapun dengan koneksi langsung ke internet harus memiliki IP address unik global. Tapi, tidak semua host terkoneksi langsung ke internet. Beberapa host berada di dalam network yang tidak terkoneksi ke internet. Beberapa host terlindungi firewall, sehingga koneksi internet mereka tidak secara langsung.
Beberapa blok IP address khusus digunakan untuk private network atau network yang terlindungi oleh firewall. Terdapat tiga jangkauan (range) untuk IP address tersebut seperti di tabel berikut ini. Jika anda ingin menciptakan jaringan private TCP/IP, gunakan IP address di tabel ini.
CIDR Subnet Mask Address Range
10.0.0.0/8 255.0.0.0 10.0.0.1 – 10.255.255.254
172.16.0.0/12 255.255.240.0 172.16.1.1 – 172.31.255.254
192.168.0.0/16 255.255.0.0 192.168.0.1 – 192.168.255.254



 Menghitung Subnetting Kelas C


Prefix /28 itu adalah banyaknya binari 1 jadi 1111111.1111111.1111111.11110000 dan merupakan kelas C untuk mencari Netmask nya berapa dapat menggukankan tabel berikut :
128
64
32
16
8
4
2
1
1
1
1
1
0
0
0
0
128+64+32+16 = 240 jadi subnetmasknya adalah 255.255.255.240
Sekarang kita mencari jumlah Subnet dan Hostnya yaitu menggunakn rumus di atas tadi
24 = 16
24 - 2 = 16 – 2 = 14 host
Lanjut kita mencari Network Address dan Broadcast Address
256-240 = 16
16 + 16 = 32
32 + 16 = 48
48 + 16 = 64
dan seterusnya hingga hasil dari penjumlahanya 256
Network 192.168.1.0 192.168.1.16 192.168.1.32 192.168.1.48
IP Awal 192.168.1.1 192.168.1.17 192.168.1.33 192.168.1.49
IP Akhir 192.168.1.14 192.168.1.30 192.168.1.46 192.168.1.62
Broadcast 192.168.1.15 192.168.1.31 192.168.1.47 192.168.1.63
Ip Address di contoh kasus diatas adalah 192.168.1.52 /28 sehingga, Network Addresnya adalah 192.168.1.48 dan Broadcast Address nya adalah 192.168.1.63
Yang barusan kita hitung tadi adalah cara lama menghitung Subnetting :D
Ok sekarang kita lanjut cara menghitung Subnetting yang sekarang saya gunakan*cara baru, masih menggunakan contoh kasus yang di atas namun menggunakan cara yang sedikit berbeda. Hal pertama yang mesti kita ingat adalah /24 memiliki total IP address sebanyak 256, /28 memiliki total IP address sebanyak 16, dan /30 memiliki total IP address sebanyak 4.
Nilai CIDR
TOTAL IP
/24
256
/25
128
/26
64
/27
32
/28
16
/29
8
/30
4



Kamis, 16 Oktober 2014

                 

                          PEMROGRAMAN TURBO C++ 4.5 

      assalamualaikum wr.wb

                  

  Pokok Pembahasan
            Program C pada hakekatnya tersusun atas sejumlah blok fungsi. Sebuah program minimal mengandug sebuah fungsi. Fungsi pertama yang harus ada dalam program C dan sudah ditentukan namanya adalah main(). Setiap fungsi terdiri atas sastu atau beberapa pernyataan, yang sacara keseluruhan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas khusus.
            Dalam bahasa bahasa C terdapat beberapa fungsi dasar diantaranya:
a.       Fungsi main () : merupakan titik awal dan titik akhir dalam suatu eksekusi program.
b.      Fungsi printf() : fungsi yang dipakai untuk menampilkan suatu keluaran pada layar peraga.
Selain terdapat adanya fungsi-fungsi tersebut, dalam pemrograman bahasa C juga terdapat praprosesor #include, yakni            merupakan salah satu jenis pengarah praprosesor(praprosesor directive) yang dipakai untuk membaca file yang diantaranya berisi deklarasi fungsi dan definisi konstanta. Serta terdapat koomentar-komentar dalam program yang digunakan untuk keperluan dokuementasi dengan maksud agar program yang bersangkutan menjadi lebih mudah untuk dipahami.
3.2. Dasar Teori
3.2.1 Pengenalan Program C
3.2.1.1 Proses Penerjemahan bahasa C
Untuk dapat dimengerti oleh komputer, bahasa C yang ditulis harus diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam bentuk yang dikenal oleh bahasa mesin. Ada dua jenis translator atau penerjemah yang digunakan dalam bahasa C, yaitu
interpreter dan compiler.
Interpreter merupakan suatu translator yang menerjemahkan bahasa C ke dalam bahasa yang dikenal mesin satu persatu, dan hasil terjemahan langsung dikerjakan. Sedangkan pada compiler, diterjemahkan secara keseluruhan dan hasil terjemahan tersebut disimpan dalam bentuk kode mesin (object code), dan kode eksekusi (execute code).
Object code dari compiler baru dapat dilaksanakan setelah object code tersebut diubah menjadi execute code oleh linker. Secara lengkap prosesnya adalah sebagai berikut :
Gambar 4.1. Proses penerjemahan bahasa C
3.2.1.2 Struktur Program C
Untuk dapat memahami bagaimana suatu program ditulis, maka struktur dari program harus dimengerti terlebih dahulu. Tiap bahasa komputer mempunyai
struktur program yang berbeda. Jika struktur dari program tidak diketahui, maka akan sulit bagi pemula untuk memulai menulis suatu program dengan bahasa yang
bersangkutan.
Struktur dari program C terdiri dari koleksi satu / lebih fungsi-fungsi. Fungsi pertama yang harus ada di program C sudah ditentukan namanya, yaitu bernama main() . Suatu fungsi di dalam program C dibuka dengan kurung kurawal buka “{” dan ditutup dengan kurung kurawal tutup “}”. Di antara kurung kurawal dapat dituliskan statemen-statemen program C dan pada setiap statemen diakhiri dengan tanda titik koma “;”. Berikut adalah struktur dari program C:

Gambar 4.2. Struktur Umum bahasa C
Bahasa C dikatakan sebagai bahasa pemrograman terstruktur, karena strukturnya menggunakan fungsi-fungsi sebagai program-program bagian (subroutine). Fungsi-fungsi selain fungsi utama merupakan program-program bagian. Fungsi-fungsi ini dapat ditulis setelah fungsi utama atau diletakkan pada file pustaka dan akan dipakai di suatu program, maka nama judulnya (header file)
harus dilibatkan di dalam program yang menggunakan preprocessor directive.
Header file merupakan file yang berisi dengan prototype (judul, nama, sintak) dari sekumpulan fungsi-fungsi pustaka tertentu. Jadi file ini hanya berisi dengan prototipe dari fungsi-fungsi pustaka, sedangkan fungsi-fungsi pustakanya
sendiri disimpan dalam file pustaka (library file dengan nama extension file –nya adalah .LIB). Misalnya prototipe dari fungsi-fungsi pustaka printf() dan scanf() terdapat di file stdio.h, sehingga jika fungsi-fungsi ini digunakan di program, maka nama file judulnya harus dilibatkan dengan menggunakan preposcessor #include.
File judul stdio.h berisi prototype fungsi-fungsi pustaka untuk operasi input dan output standar. Ada dua cara melibatkan file judul disuatu program C, yaitu :
#include
atau
#include “stdio.h”
File judul selain berisi dengan prototype dari fungsi-fungsi pustaka, juga umumnya berisi dengan konstanta-konstanta terdefinisi dan makro-makro. Misalnya nama konstanta terdefinisi M_PI telah didefinisikan di file judul math.h
oleh Turbo-C. Selanjutnya untuk menggunakan nilai phi, nama konstanta M_PI dapat digunakan yang telah berisi dengan nilai konstanta 3.14159265358979323846.
3.2.2. Pengenalan funngsi-fungsi dasar
3.2.2.1. Fungsi Main
            Pada program C, main () merupakan fungsi yang istmewa. Fungsi main harus ada pada program, sebab fungsi inilah yang menjadi titik awal dan titik akhir dari eksekusi program. Tanda { di awal fungsi menandakan awal tubuh fungsi dan sekaligus awal eksekusi program, sedangkan tanda } diakhir fungsi menandakan akhir dari tubuh fungsi dan sekaligus menjadi akhir dari eksekusi dari sebuah program. Jika program terdiri dari lebih dari satu fungsi maka fungsi main () diletakkan pada pemdefinisian fungsi yang paling atas, hal ini bertujuan untuk memudahkan pencarian terhadap program utama bagi program, dan bukan merupakan suatu keharusan.
3.2.2.2. Fungsi Printf
            Fungsi printf merupakan fungsi yang umum dipakai untuk menampilkan suatu keluaran pada layar peraga. Contoh untuk menampilkan tulisan
            Selamat belajar bahasa C
Maka struktur penulisannya adalah :
            Printf(“selamat belajar bahasa C”);
Adapun dalam fungsi printf, biasanya memakai penentu-enentu format yang befungsi untuk mengatur penampilan argument yang teletak pada daftar argument. Adapun beberapa contoh penentu format tersebut adadlah :
            %d       untuk menampilkan bilangan bulat (integer)
            %f       untuk menampilkan bilangan titik-mengambang(pecahan)
            %c       untuk menampilkan sebuah karakter
            %s       untuk menampilkan sebuah string.
Contoh :
#include “stdio.h”
Main ( )
{
Printf(“No.     : %d\n”, 10);
Printf(“Nama.   : %s\n”, Ahmad);
Printf(“Nilai   : %f\n”, 80.5);
Printf(“Huruf   : %c\n”, ‘A’);
}
3.2.3. Pengenalan Praprosesor #include
            Include merupakan salah satu jenis paragraph praprosesor ( preprocessor directive). Pengarah praprosesor ini dipakai utuk membaca file yang diantaranya berisi deklarasi fungsi dan definisi konstanta. Beberapa file di sediakan oleh bahasa C, file-file ini mempunyai cirri yaitu namanya diakhiri dengan eksistensi .h. misanya pada contoh #include “stdio.h”.
            Bentuk pertama (#include ) mengisyaratkan bahwa pencarian nama file dilakukan pada direktori khusus, yaitu direktori file include. Sedangkan bentuk kedua (#include”nama file”) menyatakan bahwa pencarian nama file dilakukan pertama kali pada direktori aktif tempat program sumber dan seandainya tidak ditemukan pencarian akan dilanjutkan pada direktri lainnya yang sesuai dengan perintah pada system operasi.
3.2.4. Komentar Dalam Program
            Untuk keperluan dokumentasi dengan maksud agar program mudah dipahami disuatu saat lain, biasanya pada program disertakan suatu komentar atau keterangan mengenai program. Dalam C, suatu komentar ditulis diawali dengan tanda /* dan diakhhiri dengan tanda /*. Contoh :
     /* tanda ini adalah suatu komentar/*
     #include “stdio.h”
     Main ( )
{   
Printf(“Coba\n”);    /*ini adalah program pertama*/
     }
3.3. Percobaan Praktikum
3.3.1. Contoh percobaan penggunaan printf pertama:
Out Put programnya :





3.3.2. Contoh percobaan penggunaan printf kedua:

Out Put programmya:


 SEKIAN DARI SAYA LURD MOGA BERMANFAAT
TERIMA KASIH
Wassalamualaikum wr.wb
Efek Blog
Efek Blog
5. Ufo
Efek Blog